GAZA - Agresi Israel di Gaza meninggalkan duka mendalam bagi warga Palestina. Tidak hanya kehilangan nyawa, warga Palestina yang selamat harus tega melihat rumah mereka porak poranda dihancurkan Israel.Penduduk Palestina pun saat ini  tinggal di tempat-tempat penampungan sementara. Salah satu tempat penampungan yang ada di Gaza adalah sebuah gereja Orthodoks Yunani, Santo Porphyrius.Gereja ini menampung hampir 1.000 pengungsi Palestina yang mayoritas bergama Islam. [Baca Selanjutnya]

GAZA - Pernyataan keras disampaikan Hamas kepada Israel. Faksi garis keras Palestina ini menyamakan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dengan pemimpin Nazi, Adolf Hitler.Cercaan Hamas ini disampaikan oleh Juru Bicaranya Osama Hamdan. Menurut Hamdan, pernyataan ini muncul akibat  yang dilakukan Israel kepada warga Gaza, sama persis dengan pembantaian warga Yahudi oleh Hitler."PM Israel sudah kehilangan moral dia adalah cerminan dari Hitler dan tentara [Baca Selanjutnya]

GAZA - Israel makin gencar melakukan serangan ke Gaza, baik melalui udara maupun darat. Masjid menjadi salah satu target serangan dari Negara Yahudi itu.Sekira 15 warga Palestina dilaporkan tewas dan 20 lainnya dalam serangan udara Isarel ke sebuah masjid di Kota Gaza pada Sabtu 19 Juli 2014 lalu. Masjid itu terletak tidak jauh dari rumah milik Komandan Polisi Gaza.Rudal-rudal dari Israel menghancurkan sebagian dari bangunan masjid. Alquran yang berada di dalam masjid [Baca Selanjutnya]

LONDON - Seorang anggota Parlemen Inggris membela serangan roket yang dilesakkan oleh Hamas ke arah Israel. Namun pembelaannya itu diganjar dengan sanksi indisipliner terhadapnya. Anggota Parlemen Inggris dari Partai Liberal Demokrat, David Ward, lewat akun Twitter miliknya menulis pernyataan yang membela serangan roket dari Hamas. "The big question is - if I lived in #Gaza would I fire a rocket? - probably yes. 'Pertanyaan besar saat ini, apabila saya tinggal di #Gaza [Baca Selanjutnya]

PARIS - Demo anti-Yahudi yang menyeruak di dunia mendapat kecaman dari negara besar di Eropa. Kecaman tersebut datang dari Jerman, Prancis dan Italia.Melalui menteri luar negerinya, masing-masing negara mengutuk aksi unjuk rasa yang sering berujung dengan kericuhan dan tindak kekerasan."Hasutan, permusuhan, serangan terhadap orang-orang Yahudi tidak memiliki tempat di masyarakat kami,"  sebut pernyataan gabungan tiga Menlu tersebut, seperti dikutip dari DNA, [Baca Selanjutnya]




Papan Informasi
Artikel Sekolah


Copyright © 2016 - SMAN 1 Cibitung - Develop : www.paperplane-tm.com